Dalam lanskap digital kini yang serba konten, terdapat banyak sekali strategi konten yang telah berkembang selama beberapa tahun belakangan. Salah satunya adalah strategi 3H (Hero, Hub, Hygiene).
Strategi 3H adalah kerangka kerja yang akan membantu Anda merancang strategi konten yang komprehensif dan seimbang. Ia bukan sekadar taktik, tetapi pendekatan holistik yang memastikan setiap konten yang Anda buat memiliki peran spesifik dalam mencapai tujuan bisnis Anda.
Artikel The Daily Martech ini akan memandu Anda memahami Strategi 3H, mengapa ia penting, setiap jenis konten di dalamnya, dan panduan langkah demi langkah untuk menerapkannya secara efektif. Bersiaplah untuk membangun strategi konten yang kuat dan berdampak besar!
Baca Juga: 80/20 Content Marketing: Konten Maksimal dengan Strategi Ini
Apa Itu Strategi Konten 3H?
Strategi Konten 3H adalah kerangka kerja pemasaran yang awalnya dikembangkan oleh Google sebagai sebuah strategi marketing untuk YouTube. Strategi ini membagi konten menjadi tiga jenis utama: Hero, Hub, dan Hygiene (atau Help) untuk membangun kesadaran merek, menjaga keterlibatan audiens, dan menyediakan informasi yang dibutuhkan secara berkelanjutan.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem konten yang menjangkau audiens baru sekaligus mempertahankan audiens yang sudah ada, sehingga saluran pemasaran Anda tetap relevan dan efektif di berbagai tahap customer journey.
Baca Juga: Apa Itu Customer Journey? Pahami dan Tingkatkan Bisnis Anda!
Hero Content
Bagian pertama dari strategi 3H, Hero Content adalah konten yang dirancang untuk kampanye besar dan momen penting. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian secara masif, menciptakan buzz dan viralitas, serta jangkauan audiens yang luas. Konten ini umumnya berinvestasi besar dalam produksi dan promosi, dan jarang diproduksi (sekitar 1-2 kali setahun).
Biasanya hero content ini berupa iklan sinematik saat peluncuran produk baru, kampanye media sosial yang viral, atau kampanye musiman (seperti campaign akhir tahun atau saat liburan). Konten ini berfungsi sebagai “magnet” untuk menarik perhatian besar dan membawa audiens ke saluran konten Anda.
Contoh nyatanya adalah iklan sinematik Marjan yang dirilis tiap bulan Ramadhan selama beberapa tahun terakhir ini.
Hub Content
Bagian selanjutnya dari strategi konten 3H ini adalah Hub Content. Ialah konten yang diterbitkan secara rutin dan berkala untuk menjaga keterlibatan audiens yang sudah ada (pengikut, komunitas, atau pelanggan setia). Tujuannya adalah membangun hubungan jangka panjang dan memberikan nilai tambah secara konsisten.
Konten ini tidak harus viral, tetapi harus relevan dan menarik bagi audiens inti Anda. Contoh dari Hub Content adalah seri video mingguan, podcast bulanan, blog post reguler tentang topik yang disukai audiens, atau konten di balik layar (behind-the-scenes) yang menunjukkan sisi brand yang lebih personal.
Hygiene Content / Help Content
Kemudian, konten terakhir dari strategi 3H adalah Hygiene Content (atau Help Content). Hygiene Content adalah konten yang bersifat evergreen atau “selalu ada” (always-on). Fokus utamanya adalah menjawab pertanyaan atau kebutuhan sehari-hari audiens.
Baca Juga: 4 Cara Membuat Evergreen Content yang Baik dan Benar
Konten ini dirancang agar mudah ditemukan melalui mesin pencari (SEO-driven), dan sering kali memberikan ROI (Return on Investment) yang tertinggi karena terus-menerus mendatangkan traffic dari pencarian yang relevan.
Contoh dari Hygiene atau Help Content ini adalah artikel tutorial ‘cara-bagaimana’ (how-to), FAQ, panduan, atau infografis yang menjawab masalah umum audiens. Ini adalah jenis konten yang membuat Anda menjadi sumber informasi yang terpercaya.
Cara Menerapkan Strategi 3H dengan Efektif
Menerapkan Strategi 3H membutuhkan perencanaan dan keseimbangan. Berikut panduan untuk melakukannya:
Keseimbangan Konten
Fokuslah untuk memproduksi lebih banyak konten Hub dan Hygiene, sementara konten Hero dibuat lebih jarang namun dengan dampak yang besar. Rasio yang umum digunakan adalah 10% Hero, 30% Hub, dan 60% Hygiene.
Optimasi Sesuai Jenis Konten
Setiap jenis konten memerlukan strategi yang berbeda. Untuk konten Hero, fokus pada kualitas produksi dan promosi masif. Untuk konten Hub, utamakan konsistensi dan penceritaan yang menarik untuk membangun hubungan. Untuk konten Hygiene, pastikan konten bersifat relevan, mudah dipahami, dan dioptimalkan untuk SEO.
Selaraskan dengan Brand Value
Pastikan semua konten, dari Hero hingga Hygiene, selaras dengan nilai dan pesan merek Anda. Ini akan membangun citra yang konsisten dan memperkuat posisi brand Anda di mata audiens.
Baca Juga: 10 Jenis Konten Marketing, Jangkau Audiens Lebih Luas!
Strategi 3H adalah kerangka kerja yang efektif untuk membangun ekosistem konten yang komprehensif. Dengan membagi konten menjadi Hero Content (untuk jangkauan luas), Hub Content (untuk keterlibatan audiens rutin), dan Hygiene Content (untuk jawaban yang selalu tersedia bagi audiens), Anda dapat menjangkau audiens baru sambil mempertahankan audiens yang sudah ada. Menerapkan strategi ini dengan seimbang dan berfokus pada kualitas akan membantu Anda membangun brand yang kuat dan berkelanjutan di dunia digital.
Pantau terus The Daily Martech ya untuk info terbaru yang bisa membantu strategi marketing Anda!
