Subscribe to Updates

    Get the latest news from The Daily Martech about digital marketing and marketing technology.

      Artikel Populer

      Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

      December 28, 2025

      Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

      December 28, 2025

      Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

      December 25, 2025
      Facebook Twitter Instagram
      Facebook Twitter Instagram
      The Daily MartechThe Daily Martech
      Hubungi Kami
      • Home
      • Digital Marketing
        1. Performance Marketing
        2. SEO
        3. Conversion Rate Optimization
        4. View All

        Optimasi Iklan Tokopedia: Panduan Strategis Raih Profit

        October 29, 2025

        Optimasi Iklan Shopee: 7 Langkah & Strategi Sukses Ngiklan!

        October 29, 2025

        Apa Itu Google Display Network? Baca Lengkapnya Di Sini!

        September 25, 2025

        Ini Dia Cara Daftar TikTok Ads, Strategi Jitu & Tips Sukses

        September 23, 2025

        Apa Itu Web Crawler? Ketahui Fungsi, Cara Kerja & Jenisnya

        December 1, 2025

        Sitemap Index Adalah: Fungsi & Cara Pakai untuk Website

        December 1, 2025

        Hreflang Adalah: Panduan Lengkap SEO Internasional & Implementasi Kode

        December 1, 2025

        Jenis-Jenis Backlink SEO Wajib Tahu dan Kualitasnya

        December 1, 2025

        Pengertian User Experience Adalah dan 5 Tips Menerapkannya Pada Website

        October 9, 2022

        Apa Itu Heatmap Website? Berikut Ini Tipe dan Tools Untuk Mengukur Heatmap Terbaik

        October 7, 2022

        Konversi Lebih Banyak Dengan 6 Tutorial Melakukan CRO Yang Terbukti Paling Ampuh

        October 7, 2022

        A/B Testing Lebih Mudah Dengan Rekomendasi Platform AB Testing (CRO) Terbaik Ini

        October 7, 2022

        CTR Adalah: Fungsi, Rumus, dan Tips Meningkatkannya

        December 23, 2025

        Apa Itu ROI? Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

        December 23, 2025

        Apa Itu ROAS? Fungsi, Rumus, dan Cara Menghitungnya bagi Bisnis

        December 22, 2025

        Reach Adalah Impressions, Apakah Betul? Pahami Perbedaannya!

        December 22, 2025
      • Creative Marketing
        1. Content Marketing
        2. Copywriting
        3. Social Media
        4. View All

        Konten Visual Adalah: Pengertian, Manfaat & Tips Jitu

        August 31, 2025

        Strategi 3H: Panduan Lengkap Konten Hero, Hub, & Hygiene

        August 31, 2025

        7 Jenis Content Pillar Untuk Strategi Konten yang Efektif!

        August 31, 2025

        10 Jenis Konten Marketing, Jangkau Audiens Lebih Luas!

        July 30, 2025

        9 Teknik Copywriting Jitu untuk Melejitkan Penjualan Anda

        December 24, 2025

        Tips dan Cara Membuat Headline Copywriting Agar Iklan Makin Ciamik!

        November 8, 2022

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025

        UGC Adalah: Manfaat, Jenis, dan Strategi Jitu bagi Brand

        December 24, 2025

        Instagram vs TikTok: Mana yang Raja Media Sosial?

        October 27, 2025

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025

        UGC Adalah: Manfaat, Jenis, dan Strategi Jitu bagi Brand

        December 24, 2025

        9 Teknik Copywriting Jitu untuk Melejitkan Penjualan Anda

        December 24, 2025
      • Data & Analytics
        1. Google Analytics
        2. Marketing Analytics
        3. View All

        Google Analytics 4: Panduan Lengkap untuk Pemula

        September 28, 2025

        Ingin Tarik Konsumen Lebih Banyak? Yuk Kenalan dengan Google My Business!

        May 2, 2024

        16 Perbedaan Fitur Google Analytics 4 (GA4) Vs Universal Analytics (UA)

        October 26, 2022

        Begini Cara Migrasi Ke GA4 Dari Universal Analytics, Gampang Banget Kok!

        October 24, 2022

        Mengenal Manfaat Market Segment dalam Bisnis

        May 22, 2024

        Mengetahui Apa Itu Customer Data, Tipe dan Cara Mengumpulkannya

        October 14, 2022

        Google Analytics 4: Panduan Lengkap untuk Pemula

        September 28, 2025

        Google Search Console, Tool Untuk Pantau dan Optimasi Website

        September 27, 2025

        Mengenal Manfaat Market Segment dalam Bisnis

        May 22, 2024

        Ingin Tarik Konsumen Lebih Banyak? Yuk Kenalan dengan Google My Business!

        May 2, 2024
      • Marketing Technology
        1. CRM
        2. CDP
        3. Email Marketing
        4. Martech Tools
        5. View All

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        7 Fitur Utama, Manfaat dan Harga Berlangganan Agile CRM

        August 20, 2023

        4 Fitur Utama dan Paket Harga Nimble CRM, Lengkap!

        August 19, 2023

        Fitur Lengkap dan 5 Alasan Menggunakan Freshsales CRM

        August 19, 2023

        Apa itu CDP? Manfaat & Pengertian CDP Adalah Sebagai Berikut

        October 15, 2022

        4 Rekomendasi Cara Mengumpulkan Customer Data Untuk Bisnis Paling Ampuh

        October 9, 2022

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        December 28, 2025

        Mau Tau Cara Kirim Email Terjadwal? Cari Tau Di Sini!

        June 27, 2025

        Panduan Email Blast, Lengkap dan Efektif untuk Bisnis Anda

        April 25, 2025

        10+ Rekomendasi Aplikasi Email Marketing Untuk Bisnis Anda

        March 23, 2025

        Apa Itu CMS: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh

        August 29, 2025

        7 Cara menggunakan Google Trends dan Fungsinya

        May 29, 2024

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        December 28, 2025

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        Apa Itu CMS: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh

        August 29, 2025

        Mau Tau Cara Kirim Email Terjadwal? Cari Tau Di Sini!

        June 27, 2025
      The Daily MartechThe Daily Martech
      Home » Pengertian, Manfaat & Contoh Minimum Viable Product
      Creative Marketing

      Pengertian, Manfaat & Contoh Minimum Viable Product

      By Rizki RaharjoMay 18, 2024No Comments8 Mins Read
      Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
      Contoh minimum viable product
      Share
      Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

      Minimum Viable Product merupakan istilah strategi yang digunakan pada pendirian bisnis rintisan guna meminimalisir kegagalan. Di pasaran sendiri banyak contoh minimum viable product yang menjadi bukti jika penerapan strategi ini sangat penting agar bisnis tak mudah tumbang.

      Nah bagi Anda yang belum paham apakah Minimum Viable Product itu, serta apa saja contoh minimum viable product bisa ikuti uraian penjelasannya pada artikel di bawah ini.

      Sejarah & Pengertian Minimum Viable Product

      Istilah Minimum Viable Product yang umumnya disingkat sebagai MVP ini dipopulerkan oleh Eric Ries di tahun 2009. Di dalam buku yang berjudul Lean Startup Movement, Ries menyatakan jika strategi ini bermanfaat sebagai validasi dari dugaan atas kebutuhan pelanggan.

      Kemudian satu tahun kemudian, tepatnya di 2010, Steve Blank juga ikut mempopulerkan istilah MVP ini. Lantas apakah arti dari Minimum Viable Product itu sebenarnya? 

      Minimum Viable Product adalah sebuah versi minim dari bisnis rintisan baru yang mana didalamnya hanya ada beberapa fitur sederhana. Penambahan fitur secara bertahap akan dilakukan apabila bisnis ternyata mendapat respon positif dari pasar.

      Hal tersebut dilakukan secara berkesinambungan hingga akhirnya bisnis rintisan tersebut akan memiliki bentuk sebagaimana rancangan awal bisnis dibuat.

      Tentunya dengan mengaplikasikan strategi ini maka besarnya kerugian akan dapat diminimalisir jika bisnis tak mampu sukses di pasaran.  Selain itu, penambahan fitur bisnis secara bertahap juga akan memudahkan pebisnis dalam mengatur perputaran modal awalnya.

      Manfaat Penerapan Minimum Viable Product

      Berikut beberapa manfaat penerapan Minimum Viable Product yang akan dirasakan oleh pemilik bisnis rintisan baru, yaitu:

      1. Membuka Lebar Peluang Inovasi

      Banyak orang yang ingin membangun bisnis baru. Akan tetapi banyak juga yang mengurungkan niatnya karena memiliki keterbatasan modal. Maka munculnya strategi Minimum Viable Product dapat menjadi angin segar bagi penciptaan berbagai inovasi bisnis.

      Sebab para pemilik ide bisnis dapat membangun rancangan bisnisnya dari bentuk yang paling sederhana terlebih dahulu sembari melakukan tes pasar. Tentunya semakin sederhana rancangan sebuah bisnis maka akan semakin minim juga modal dasar yang dibutuhkan bukan?

      2. Mampu Mengoptimalkan Sumber Daya

      Sebagaimana penyediaan modal, sebuah bisnis identik juga dengan kepemilikan atas sumber daya yang optimal. Namun penemuan strategi Minimum Viable Product mampu mematahkan anggapan tersebut.

      Buktinya banyak contoh minimum viable product yang ternyata mampu sukses di pasaran hingga saat ini meski memulai dengan sumber daya terbatas.

      3. Fokus Pada Kelebihan & Kekurangan

      Pengembangan bisnis rintisan baru dengan menerapkan Minimum Viable Product akan membuat pemilik bisnis fokus pada kelebihan dan kekurangan yang ada. Sebab fitur bisnis yang ditangani dalam satu waktu tak terlalu banyak.

      Tentunya setelah melakukan perbaikan dan penyempurnaan sesuai kebutuhan pasar, pemilik bisnis akan dapat menambahkan fitur tambahan baru. 

      4. Memudahkan Terciptanya Kebijakan Baru

      Lahirnya sebuah rintisan bisnis baru tentu membutuhkan pembuatan perizinan dari pemerintah. Proses ini dapat dipersingkat jika sebuah bisnis baru menggunakan strategi Minimum Viable Product. 

      Sebab pendirian rancangan bisnis akan memakan waktu yang jauh lebih lama jika harus menunggu bisnis baru terbentuk sesuai rancangan awal.

      5. Memudahkan Proses Pengembangan Product

      Penggunaan strategi Minimum Viable Product akan membuat perusahaan lebih fokus dalam mengembangkan produk berdasarkan feedback dari konsumen pemakainya. 

      Hal ini tentu akan jauh lebih efektif dalam mencapai tujuan utama pendirian bisnis yaitu melakukan validasi atas kebutuhan pelanggan.

      6. Sebagai Strategi Bisnis yang Berkesinambungan

      Strategi Minimum Viable Product dapat menjadi strategi yang berkesinambungan di setiap periode pengembangan bisnis. Karena strategi ini sangat fleksibel dan tidak bersifat sekali pakai saja.

      Pada setiap tahap penambahan fitur bisnis baru, Minimum Viable Product dapat digunakan hingga fitur tersebut mendapatkan validasi atas kebutuhan pasar. Hal tersebut dapat dilakukan secara terus menerus pada setiap siklus bisnis yang terjadi. 

      7. Mempercepat Akuisisi Pelanggan

      Artinya bisa jadi sebuah bisnis rintisan baru belum memiliki fitur yang lengkap. Akan tetapi pemilik bisnis memiliki waktu yang cukup untuk menyempurnakan fitur yang ada agar sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

      Tentu saja fitur bisnis yang sesuai dengan kebutuhan akan mampu membuat banyak pelanggan tertarik menggunakannya meski fitur yang tersedia masih terbatas. Sehingga ketika bisnis rintisan melakukan pengembangan, sejumlah pelanggan telah menjadi konsumen loyalnya.

      Contoh Penerapan Sukses Strategi Minimum Viable Product

      Dari uraian di atas sekarang Anda pasti telah paham jika penerapan strategi Minimum Viable Product ini sangat membantu pendirian rintisan bisnis baru. Nah di bawah ini ada beberapa contoh minimum viable product yang telah meraih sukses karena penerapan strategi tersebut.

      1. Airbnb

      Contoh minimum viable product yang pertama adalah Airbnb yang dirintis oleh Joe Gebbia, Brian Chesky serta Nathan Blecharczyk. Bisnis rintisan ketiga anak muda ini berawal dari Brian Chesky dan Joe Gebbia yang kesulitan membayar biaya apartemennya.

      Kemudian saat terjadi Konferensi Desain Amerika di tahun 2007, banyak kamar hotel di San Fransisco yang penuh. Hal ini kemudian menimbulkan ide untuk memulai bisnis penginapan dengan mengajak Nathan Blecharczyk untuk bergabung.

      Modal awal bisnis mereka hanya menggunakan kasur angin yang dilengkapi dengan menyediakan sarapan demi menarik minat pasar.

      2. Amazon

      Contoh minimum viable product yang kedua adalah Amazon yang berawal dari kegiatan pembelian buku dari distributor oleh Jeff Bezos. 

      Buku-buku tersebut kemudian dikirimkannya kepada pelanggan yang memesan buku kepadanya. Ternyata berawal dari kegiatan bisnis yang sederhana tersebut, Jeff Bezos kemudian mampu membeli sebuah gudang dan mendirikan Amazon. 

      Setelah itu dengan menggunakan strategi Minimum Viable Product, Bezos pun melakukan perbaikan secara bertahap pada fitur bisnis miliknya hingga sebesar sekarang.

      3. Facebook

      Media sosial Facebook juga merupakan salah satu Contoh minimum viable product yang tumbuh besar dan sukses hingga saat ini. MVP Facebook ini berawal dari sebuah media sosial yang kala itu hanya digunakan oleh mahasiswa di lingkungan Harvard University.

      Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, Mark Zuckerberg selaku pemilik ide mulai melakukan pembaharuan sedikit demi sedikit pada fiturnya. Berbagai tahap pembaharuan itulah yang menjadikan facebook memiliki berbagai fitur yang sangat komplit

      4. Spotify

      Yang keempat terdapat Spotify yang juga merupakan Contoh minimum viable product yang sukses. Perjalanan Spotify dimulai tahun 2006 setelah Martin Lorentzon dan Daniel Ek memiliki ide untuk membuat platform penyedia layanan streaming musik.

      Platform ini awalnya didirikan karena keprihatinan atas maraknya kegiatan pembajakan musik, yang mana saat itu banyak orang merekam musik secara ilegal. 

      Pada awal pembuatannya spotify hanya memiliki satu fitur streaming musik. Kemudian platform ini pun berkembang sedikit demi sedikit dengan penerapan strategi bisnis MVP.

      5. X (ex – Twitter)

      Media Sosial Twitter yang saat ini telah berganti nama menjadi X juga merupakan Contoh minimum viable product. MVP bisnis ini berasal dari platform sederhana yang menjadi alat komunikasi antara karyawan Odeo untuk saling berkirim pesan secara internal.

      Melalui banyak tahapan berupa perbaikan dan penambahan berbagai macam fitur sesuai kebutuhan pelanggan, maka media sosial ini mampu dilirik banyak orang. Tentu saja kompleksitas platform ini tak lepas dari penerapan strategi MVP.

      6. Uber

      Contoh minimum viable product yang satu ini berbentuk aplikasi perpesanan layanan taksi online melalui HP. MVP Uber diciptakan pada tahun 2009 dengan bentuk sederhana sebagai wadah penghubung antara pengguna dengan driver taksi lewat pesan teks.

      Melalui strategi MVP, Uber kemudian mulai melakukan penyesuaian fitur bisnis sehingga pengguna dapat melakukan pelacakan posisi kendaraan yang dipesan. Tentunya penyesuaian fitur tersebut dilakukan secara bertahap sebagaimana konsep minimum viable product.

      7. Zappos

      Contoh minimum viable product yang berbentuk toko online selain Amazon adalah Zappos. Layanan online ini berawal dari Tony Hsieh yang membuat web lalu memuat berbagai foto sepatu yang diambilnya dari berbagai toko lokal.

      Rancangan bisnis yang sederhana tersebut kemudian mulai dikembangkan setelah mendapatkan umpan balik dari pelanggannya. Beberapa fitur tambahan seperti gratis ongkir, kemudahan pengembalian dan beberapa fitur lain pun ditambahkan menggunakan MVP.

      8. DropBox

      Contoh minimum viable product selanjutnya adalah DropBox yang merupakan aplikasi penyimpanan file. Di awal kemunculannya aplikasi DropBox memiliki fitur yang sangat sederhana sekali yaitu sebagai tempat berbagi dan menyimpan file.

      Kemudian dengan menggunakan teknik minimum viable product, aplikasi ini pun mulai dikembangkan dengan penambahan fitur-fitur lainnya. Yang mana semua fitur baru tersebut berasal dari saran atau gagasan yang dilontarkan pengguna DropBox.

      9. FourSquare

      Contoh minimum viable product yang terakhir adalah FourSquare yang merupakan web untuk jejaring sosial yang berbasis lokasi berdasarkan pelacakan HP. Aplikasi ini akan membuat pengguna melakukan kontak dengan temannya yang melakukan check ini di lokasi terbarunya.

      Awalnya fitur di dalam FourSquare juga sangat sederhana. Namun berkat penerapan strategi bisnis minimum viable product, aplikasi ini pun mampu berkembang.

      Frequently Asked Questions

      Berikut beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan Contoh minimum viable product, yaitu:

      1. Bagaimanakah tahapan pembuatan minimum viable product?

      Yang pertama lakukan perumusan masalah yang ada di pasar, lantas buatlah produk yang akan menjadi solusinya. Selanjutnya luncurkan MVP rintisan baru ke pasaran dan tunggu feedback dari penggunanya. Nah dari feedback pengguna tersebut lakukan penambahan fitur baru.

      2. Apa yang disebut dengan minimum viable product?

      Suatu versi sederhana dari sebuah bisnis rintisan baru yang mana kemudian akan dilakukan upgrading kualitas serta kuantitas fitur di dalamnya.

      3. Apa tujuan utama dari pembuatan MVP?

      Tujuan utama MVP adalah memberi kesempatan bagi pemilik bisnis untuk menguji bisnis startup miliknya apakah sesuai dengan kebutuhan pasar atau tidak.

      4. Sebutkan tips dalam membuat MVP!

      Yang pertama mulai luncurkan rintisan bisnis meski masih memiliki fitur sederhana. Yang kedua Ambil masukan dari konsumen lantas lakukan perbaikan pada fitur yang ada. Yang ketiga, fokus hanya pada pemecahan masalah.

      Penutup

      Adanya beberapa contoh minimum viable product yang berhasil di pasaran adalah bukti nyata jika strategi MVP sangat membantu bisnis startup. Bahkan strategi ini akan membuka peluang terciptanya banyak inovasi bisnis baru di masa mendatang.

      Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
      Rizki Raharjo

        Related Posts

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025

        UGC Adalah: Manfaat, Jenis, dan Strategi Jitu bagi Brand

        December 24, 2025

        9 Teknik Copywriting Jitu untuk Melejitkan Penjualan Anda

        December 24, 2025

        Instagram vs TikTok: Mana yang Raja Media Sosial?

        October 27, 2025

        Ini Dia 9 Aplikasi Edit Foto Instagram, Keren & Aesthetic!

        October 18, 2025
        Add A Comment

        Comments are closed.

        Don't Miss

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        By Rizki RaharjoDecember 28, 2025

        Dalam lanskap pemasaran digital yang semakin kompetitif, mendapatkan pengunjung baru ke situs web adalah tantangan…

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025
        Stay In Touch
        • Facebook
        • Twitter
        • Pinterest
        • Instagram
        • YouTube
        • Vimeo
        Our Picks

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        December 28, 2025

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025

        Subscribe to Updates

        Get the latest news from The Daily Martech about digital marketing & marketing technology.

          jasa digital marketing
          About Us

          The Daily Martech adalah media digital yang akan berbagi informasi, opini, berita, tips & trick, tutorial, dan hal menarik lainnya terkait digital marketing dan marketing technology.

          Jangan lupa subscribe ke newsletter kami agar tidak ketinggalan update artikel terbaru yang bermanfaat dan menarik dari The Daily Martech.

          Our Picks

          Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

          December 28, 2025

          Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

          December 28, 2025

          Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

          December 25, 2025
          New Comments
            The Daily Martech
            Facebook Twitter Instagram YouTube LinkedIn
            • Digital Marketing
            • Marketing Technology
            • Creative Marketing
            • Data & Analytics
            • Ecommerce
            • Get In Touch
            • Sitemap
            © 2026 The Daily Martech. Designed by Rizki Dewantoro Raharjo.

            Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.