Dalam era digital marketing yang serba cepat, perhatian audiens adalah mata uang yang paling berharga. Setiap hari, pengguna internet dibombardir oleh ribuan informasi, sehingga kemampuan untuk menonjol di tengah keramaian menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap bisnis. Di sinilah copywriting berperan sebagai instrumen paling vital dalam marketing strategy Anda. Bukan sekadar merangkai kata yang indah, copywriting adalah seni dan sains persuasive writing yang dirancang untuk memengaruhi psikologi konsumen dan mengarahkan mereka menuju sales funnel tertentu.
Sebuah landing page yang memiliki conversion rate tinggi tidak pernah terjadi secara kebetulan; ia adalah hasil dari penerapan teknik copywriting yang presisi. Dengan memahami user experience (UX) dan unique selling proposition (USP) produk, Anda dapat menciptakan pesan yang tidak hanya dibaca, tetapi juga memicu Call to Action (CTA) yang nyata. Baik Anda sedang mengelola social media advertising maupun menyusun email marketing, menguasai teknik ini akan memberikan Return on Investment (ROI) yang signifikan bagi pertumbuhan merek Anda.
Baca Juga: CTA Adalah Kunci Konversi: Definisi, Jenis, Contoh, & Tips
Definisi & Esensi Copywriting
Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam teknik-teknik spesifik, kita harus memahami apa sebenarnya inti dari disiplin ini. Copywriting sering kali disalahpahami sebagai sekadar menulis artikel atau content marketing biasa, padahal keduanya memiliki tujuan akhir yang berbeda secara fundamental.
Copywriting adalah proses menulis materi promosi dan pemasaran yang bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Tindakan ini bisa berupa pembelian produk, pendaftaran newsletter, pengunduhan e-book, atau sekadar mengeklik sebuah tautan. Esensi dari copywriting terletak pada kekuatan komunikasi langsung atau direct response. Setiap kata yang dipilih memiliki beban untuk membangun kepercayaan, membangun urgensi, dan menghilangkan hambatan mental yang menghalangi target audience untuk mengambil keputusan. Tanpa copy yang kuat, strategi iklan digital yang mahal sekalipun hanya akan menghasilkan impressions tanpa konversi.
Baca Juga: Tips dan Cara Membuat Headline Copywriting Agar Iklan Makin Ciamik!
Teknik Copywriting Terpopuler
Di dalam dunia periklanan, beberapa formula telah teruji oleh waktu dan tetap relevan hingga saat ini. Dua formula yang paling banyak digunakan oleh copywriter profesional adalah AIDA dan PAS. Kedua teknik ini bekerja dengan memetakan perjalanan emosional pembaca dari tidak tahu menjadi pembeli setia.
1. AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)
AIDA adalah formula klasik yang menjadi standar dalam strategi marketing.
- Attention: Langkah pertama adalah menangkap perhatian pembaca dalam 3 detik pertama. Biasanya dilakukan melalui headline yang bombastis atau visual yang mencolok.
- Interest: Setelah mereka berhenti scrolling, Anda harus membangun ketertarikan dengan menyajikan fakta menarik atau masalah yang relevan dengan kehidupan mereka.
- Desire: Tahap ini adalah tentang mengubah ketertarikan menjadi keinginan mendalam. Tunjukkan manfaat produk Anda dan bagaimana produk tersebut bisa mengubah hidup mereka.
- Action: Tutup dengan Call to Action (CTA) yang sangat jelas dan mudah dilakukan.
2. PAS (Problem, Agitate, Solution)
Teknik PAS sering dianggap lebih efektif untuk produk yang menyelesaikan masalah spesifik.
- Problem: Identifikasi pain points atau masalah utama yang dihadapi oleh audiens Anda. Buat mereka merasa dipahami.
- Agitate: Aduk emosi mereka dengan memperdalam dampak dari masalah tersebut jika tidak segera diatasi. Ini membangun urgensi emosional.
- Solution: Hadirkan produk Anda sebagai satu-satunya solusi paling logis dan efektif untuk mengakhiri penderitaan tersebut.
Teknik Copywriting Berbasis Bukti & Cerita
Manusia adalah makhluk naratif. Kita lebih mudah mengingat cerita daripada kumpulan data statistik. Oleh karena itu, storytelling menjadi bagian tak terpisahkan dari copywriting modern. Teknik seperti SSS dan 4 Ps memanfaatkan kekuatan narasi dan social proof untuk meruntuhkan skeptisisme pembaca.
Baca Juga: Apa Itu Story Telling? Fungsi dan Manfaatnya untuk Marketing
1. SSS (Star, Story, Solution)
Teknik SSS sangat cocok untuk personal branding atau produk gaya hidup.
- Star: Perkenalkan tokoh utama (bisa Anda sendiri, pelanggan, atau influencer) yang memiliki kemiripan dengan target audience.
- Story: Ceritakan perjalanan si tokoh menghadapi tantangan. Narasi ini membangun kedekatan emosional dan empati.
- Solution: Tunjukkan bagaimana akhirnya si tokoh berhasil menang setelah menemukan produk Anda.
2. 4 Ps (Promise, Picture, Proof, Push)
Formula ini menggabungkan imajinasi dengan bukti nyata.
- Promise: Berikan janji utama tentang hasil yang akan didapat.
- Picture: Ajak pembaca membayangkan masa depan yang indah setelah masalah mereka selesai.
- Proof: Sajikan data, testimoni, atau studi kasus sebagai social proof untuk mendukung janji Anda.
- Push: Dorong mereka untuk segera mengambil tindakan sebelum penawaran berakhir.
Teknik Copywriting Khusus Sales Page
Sales page adalah medan tempur di mana konversi terjadi. Di halaman ini, copywriting harus lebih komprehensif dan mampu menjawab semua keberatan (objections) calon pembeli. Teknik AICPBSAWN dan BAB adalah senjata utama untuk menyusun halaman penjualan yang hipnotik.
1. AICPBSAWN
Ini adalah salah satu teknik paling lengkap yang pernah ada. Urutannya meliputi:
- Attention (Headline), Interest (Masalah), Credibility (Mengapa Anda bisa dipercaya), Proof (Bukti), Benefits (Daftar manfaat), Scarcity (Kelangkaan), Action (CTA), Warning (Risiko jika tidak beli), dan Now (Dorongan sekarang juga).
2. Before-After-Bridge (BAB)
Teknik BAB berfokus pada transformasi.
- Before: Gambarkan kondisi audiens saat ini yang penuh kesulitan.
- After: Tunjukkan dunia ideal di mana masalah tersebut sudah hilang.
- Bridge: Posisikan produk Anda sebagai jembatan yang menghubungkan kedua kondisi tersebut. Tanpa jembatan ini, mereka akan tetap terjebak di kondisi “Before”.
Teknik Copywriting untuk Hook & Judul
Headline adalah pintu gerbang. Jika pintu gerbangnya tidak menarik, isi rumah semegah apa pun tidak akan pernah dilihat. Dalam digital marketing, mengoptimalkan Click-Through Rate (CTR) dimulai dari cara Anda menyusun hook di kalimat pertama.
1. “Ini Rahasia…”
Manusia memiliki curiosity gap yang besar. Judul yang menjanjikan “rahasia” atau “hal yang tidak diketahui orang banyak” selalu berhasil memicu klik. Namun, pastikan isi konten Anda benar-benar memberikan sesuatu yang berharga.
2. Penggunaan Nomor (Listicle)
Judul seperti “9 Teknik…” memberikan user experience yang terstruktur. Pembaca tahu persis berapa banyak informasi yang akan mereka terima, sehingga terasa lebih ringan untuk dikonsumsi.
3. “Cara Cepat untuk…”
Di dunia yang serba instan, audiens mencari efisiensi. Menawarkan metode cepat atau jalan pintas yang aman akan menarik perhatian orang-orang yang sibuk.
Copywriting Berbasis AI: Efisiensi vs Empati
Kehadiran Generative AI seperti Gemini atau ChatGPT telah mengubah workflow banyak copywriter. Alat-alat ini sangat luar biasa untuk brainstorming ide headline, mencari keywords relevan, atau menyusun kerangka artikel dalam hitungan detik.
Namun, ada risiko besar jika Anda hanya mengandalkan AI secara mentah-mentah. Tulisan hasil mesin sering kali terasa datar dan kehilangan human touch. AI tidak bisa merasakan empati sejati terhadap pain points manusia. Oleh karena itu, gunakan AI sebagai asisten untuk efisiensi, tetapi selalu lakukan editing manual untuk memasukkan brand voice Anda. Tambahkan humor, anekdot pribadi, dan nuansa budaya yang hanya bisa dipahami oleh manusia. Keseimbangan antara teknologi dan intuisi adalah kunci untuk menciptakan copy yang tidak terasa robotik dan tetap mampu menyentuh hati pembaca.
Dengan menguasai teknik populer seperti AIDA dan PAS, serta memanfaatkan kekuatan cerita melalui SSS dan 4 Ps, Anda dapat membangun hubungan emosional yang kuat dengan audiens. Untuk hasil maksimal pada sales page, formula AICPBSAWN dan BAB menjadi panduan esensial untuk menjawab keraguan calon pembeli. Terakhir, meski teknologi AI menawarkan efisiensi tinggi dalam mencari ide, sentuhan manusia tetap menjadi kunci agar setiap tulisan tetap memiliki empati dan brand voice yang unik. Gunakan 9 teknik ini secara konsisten untuk melejitkan angka penjualan Anda.
Untuk info terbaru mengenai teknik-teknik copywriting untuk marketing, pantau terus The Daily Martech ya!
