Di era digital ini, memiliki website bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, baik itu untuk bisnis, personal branding, atau sekadar hobi. Namun, dengan adanya banyak jenis website, memilih yang tepat dapat menjadi tantangan tersendiri. Apakah Anda membutuhkan website untuk jual-beli, menyampaikan informasi, atau menampilkan portofolio? Setiap tujuan membutuhkan jenis website yang berbeda, dengan fitur dan fungsionalitas yang spesifik. Kesalahan dalam memilih dapat menyebabkan pemborosan waktu, biaya, dan upaya.Â
Artikel The Daily Martech ini akan memandu Anda memahami klasifikasi utama website, mulai dari perbedaan mendasar antara website statis dan dinamis, berbagai jenisnya berdasarkan konten dan fungsi, hingga generasi dan platform pembuatannya. Dengan mengetahui berbagai pilihan yang ada, Anda akan bisa membuat keputusan yang cerdas dan memastikan website yang Anda bangun benar-benar mendukung tujuan Anda. Mari kita selami dunia website dan temukan jenis yang paling cocok untuk Anda!
Baca Juga: Rekomendasi 8 Platform Website Terbaik untuk Website Anda
Jenis Website Berdasarkan Sifatnya
Klasifikasi ini membedakan website berdasarkan cara kerjanya dan frekuensi pembaruan konten:
Website Statis
Website statis memiliki tampilan dan konten yang tetap, jarang diperbarui. Umumnya, ia dibangun menggunakan kode HTML langsung oleh developer dan membutuhkan keahlian coding untuk modifikasi.
- Kelebihan: Cepat dikembangkan dan efisien dalam penyimpanan hosting.
- Kekurangan: Membutuhkan skill khusus untuk perubahan konten, sehingga informasi cepat usang jika tidak diperbarui secara manual.
- Contoh Platform: gohugo.io, hexo.io.
Website Dinamis
Jenis website ini adalah kebalikan dari website statis, di mana kontennya selalu diperbarui secara berkala, baik oleh developer maupun beberapa orang dengan akses khusus. Mayoritas website saat ini bersifat dinamis karena kemudahan pengelolaannya.
- Kelebihan: Memiliki banyak fitur tambahan, lebih mudah menambah konten baru untuk strategi SEO, dan lebih mudah dikelola oleh banyak orang.
- Kekurangan: Membutuhkan waktu dan dana yang lebih banyak untuk pengembangan awal, serta biaya hosting cenderung lebih mahal.
- Contoh: Sebagian besar situs berita, e-commerce, dan blog modern.
Jenis Website Berdasarkan Konten
Pembagian ini mengacu pada fungsi utama dan isi yang disajikan oleh website.
A. Untuk Informasi & Konten
- Blog Website: Jurnal digital yang fokus pada publikasi artikel, gambar, dan video. Fleksibel untuk berbagi informasi, opini, atau kisah pribadi. Kini banyak digunakan bisnis untuk konten marketing.
- Website Wiki: Ensiklopedia digital yang menyediakan informasi atau pengetahuan tentang berbagai topik secara bebas. Konten sering kali dikontribusikan oleh pengguna. Contohnya seperti Wikipedia dan Fandom.
- Website Media atau Portal Berita: Fokus pada jurnalisme, menyajikan berita umum, fashion, hiburan, olahraga, atau industri spesifik. Umumnya rapi, minimalis, dan sering menawarkan fitur berlangganan premium. Contohnya adalah The New Yorker, Kompas.com, dan detikcom.
- Website Hobi: Tempat untuk membagikan minat atau hobi dengan audiens yang memiliki ketertarikan serupa, seperti seni, kerajinan tangan, atau berkebun. Bisa berisi tips, tutorial, atau forum.
B. Untuk Personal & Professional Branding
- Personal Website: Dibuat untuk mengenalkan diri sendiri, berbagi pengalaman, prestasi, mengeksplorasi minat, atau mengembangkan brand pribadi. Isinya bisa berupa blog, link media sosial, hingga resume singkat.
- Website Portofolio: Dirancang untuk menampilkan hasil pekerjaan terbaik (gambar, video, klip) untuk menarik klien atau calon pelanggan. Sering digunakan untuk tujuan personal branding dan cocok untuk freelancer serta profesional kreatif.
C. Untuk Bisnis & Penjualan
- Website Bisnis: Perwakilan digital suatu brand atau perusahaan. Bertujuan memperkenalkan brand, meningkatkan pemasaran, dan memberikan detail tentang produk dan layanan yang ditawarkan.Â
- Website eCommerce: Dirancang khusus untuk menjual produk atau layanan secara online. Memiliki fitur seperti halaman produk, keranjang belanja, dan checkout dengan berbagai metode pembayaran. Shopee dan Tokopedia adalah dua contoh dari jenis website ini.
- Website Berlangganan (Subscription Website): Memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produk atau layanan secara rutin (misal: kopi, makanan) sesuai periode yang diinginkan. Bertujuan membangun penjualan berkelanjutan dan pelanggan setia.
- Website Konsultasi: Menawarkan layanan konsultasi dalam bidang tertentu (misal: penasihat keuangan, nutrisi kuliner). Mencantumkan latar belakang, daftar layanan, dan keuntungan bagi klien.
- Website Startup: Dibuat oleh usaha rintisan untuk memperkenalkan ide inovatif, contoh produk, ulasan, dan menarik minat publik, pelanggan, serta investor. Contohnya seperti Linktree, Cazoo, dan ClubHouse.
D. Untuk Komunitas & Interaksi
- Website Forum (Forum Komunitas): Menyediakan platform terorganisir untuk diskusi umum, pertukaran informasi terkait topik tertentu (teknologi, hobi). Bisa juga untuk self-serve support pelanggan.
- Website Membership: Menyediakan konten eksklusif dan bernilai tinggi yang hanya bisa diakses setelah pengguna mendaftar (gratis atau berbayar). Ini adalah strategi untuk mengubah pengguna menjadi pelanggan setia.
- Website Komunitas Online: Tempat untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang yang berbagi ketertarikan yang sama. Menyediakan akses event, mentorship, dan peluang karier dalam komunitas online.
Jenis Website Berdasarkan Fungsi & Fitur Spesifik
A. Untuk Event & Agenda
- Website Event: Digunakan untuk menyebarluaskan informasi mengenai suatu event dari segi agenda, tanggal, waktu, lokasi, pembicara/tamu. Ini adalah bagian dari strategi pemasaran offline maupun online.
- Website Booking: Membantu pengunjung melakukan booking (pemesanan) berbagai layanan seperti penginapan, layanan online, atau kursus. Biasanya dilengkapi ulasan, rekomendasi, dan info kontak. tiket.com dan Traveloka adalah dua contoh dari jenis website booking.
B. Untuk Pendidikan & Nirlaba
- Website Sekolah (Pendidikan): Digunakan oleh institusi pendidikan sebagai database online bagi murid, orang tua, dan institusi. Bisa juga untuk kelas online, tugas, dan menarik murid baru.
- Website Instansi atau Organisasi (Pemerintah & Nirlaba): Milik instansi pemerintah yang menyediakan informasi seputar program dan kebijakan atau organisasi nirlaba untuk kegiatan sosial dan penggalangan dana.
C. Untuk Hiburan & Kreativitas
- Website Interaktif: Menggunakan elemen seperti grafik, kuis, game, atau bahkan augmented reality untuk membuat pengunjung berperan aktif dalam menjelajah web.
- Website Entertainment: Bertujuan menghibur atau menyenangkan pengunjung, identik dengan visual menarik dan pengalaman digital berkualitas tinggi. Menyajikan hiburan melalui gambar, video, film, musik, dan konten lainnya.
- Kid-Friendly Website: Berisi konten layak anak dengan target usia spesifik (misal: 5-7 tahun). Desainnya bertema anak-anak, sering menggunakan game dan video untuk edukasi.
D. Lain-lain
- Website Memorial: Dibuat untuk mengenang dan menghormati seseorang yang sudah meninggal dunia, berisi foto, biografi, dan buku tamu online.
- Landing Page Website: Halaman tunggal yang dirancang khusus untuk memasarkan produk atau layanan tertentu, sering kali sebagai bagian dari kampanye pemasaran.
- Website Travel: Menyajikan informasi, foto, dan video menarik tentang destinasi wisata, pengalaman, dan akomodasi untuk membantu pengunjung merencanakan liburan.
- Website Directory: Menyediakan sumber informasi terorganisir dan komprehensif tentang topik atau industri spesifik, sering dengan kategori dan search bar.
- Website Petisi: Mengusung satu tujuan spesifik, seperti mengumpulkan dukungan untuk keadilan sosial, masalah lingkungan, atau masalah politik.
E. Website Khusus Mesin Pencari & Sosial Media
- Website Search Engine: Ini adalah jenis website yang menampilkan rekomendasi website lain yang berisi informasi dari hasil pencarian pengguna internet terhadap suatu topik. Contoh utama dari jenis website ini adalah Google.
- Website Sosial Media: Website yang paling populer di kalangan pengguna internet. Memungkinkan pertukaran informasi, saling berteman atau mengikuti berita terbaru dari seseorang secara personal. Sebagian orang memanfaatkan sosial media untuk kepentingan pekerjaan dan mencari uang.
Jenis Website Berdasarkan Platform Pembuatan
Platform website adalah lingkungan tempat software dijalankan untuk mengembangkan website.
HTML dan CSS
Merupakan fondasi dasar dari website generasi awal. Membangun website dengan ini membutuhkan penguasaan pemrograman HTML dan CSS. Umumnya digunakan untuk website statis.
CMS (Content Management System)
CMS adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengatur konten website tanpa perlu mahir pemrograman web. Ini merupakan platform paling populer, dengan WordPress sebagai salah satu CMS yang paling digunakan.
Baca Juga: Pengertian CMS, Fitur Jenis, Fungsi dan Pertimbangan Memilihnya
Website Builder
Website Builder adalah cara termudah untuk membuat website tanpa perlu mengetahui pemrograman bahkan desain web sama sekali. Pengguna biasanya mendapatkan paket lengkap (domain, hosting, template). Salah satu website builder yang banyak digunakan adalah Wix.
Baca Juga: WordPress VS Wix: Mana yang Terbaik untuk Website Anda?
Jenis Website Berdasarkan Generasinya
Klasifikasi ini mengacu pada perkembangan teknologi dan fungsionalitas website dari waktu ke waktu.
Web 1.0
Web 1.0 adalah teknologi web pertama, berfungsi sebagai penampil konten statis. Desain murni HTML, komunikasi satu arah (via email).
Web 2.0
Era ini ditandai dengan interaksi dua arah, munculnya website media sosial dan komunitas. Karakteristiknya adalah user-generated content, interaksi, dan kolaborasi.
Web 3.0
Web 3.0 berhubungan dengan konsep web semantik, di mana konten tidak hanya dimengerti manusia tetapi juga komputer. Memungkinkan komunikasi manusia dengan mesin pencari untuk informasi spesifik, bahkan dapat memberikan keterangan relevan tanpa diminta.
Memahami berbagai jenis website sangat krusial agar Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan tujuan Anda, baik untuk bisnis, personal, maupun hobi. Mulai dari website statis yang sederhana, e-commerce untuk penjualan, hingga website interaktif yang menghibur, setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan mengetahui fungsi, platform, dan karakteristik masing-masing, Anda bisa membuat keputusan yang tepat dan membangun kehadiran digital yang efektif. Pilihlah website yang benar-benar mewakili kebutuhan Anda untuk memaksimalkan potensi online Anda.
Untuk info terbaru yang dapat memajukan digitalisasi bisnis atau pun kebutuhan digital personal Anda, pantau terus The Daily Martech ya!
