Subscribe to Updates

    Get the latest news from The Daily Martech about digital marketing and marketing technology.

      Artikel Populer

      Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas,dan Skill Wajib

      February 5, 2026

      Definisi & Contoh Pull Marketing: Strategi Tarik Konsumen

      February 5, 2026

      Contoh Push Marketing Efektif untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

      February 5, 2026
      Facebook Twitter Instagram
      Facebook Twitter Instagram
      The Daily MartechThe Daily Martech
      Hubungi Kami
      • Home
      • Digital Marketing
        1. Performance Marketing
        2. SEO
        3. Conversion Rate Optimization
        4. View All

        Optimasi Iklan Tokopedia: Panduan Strategis Raih Profit

        October 29, 2025

        Optimasi Iklan Shopee: 7 Langkah & Strategi Sukses Ngiklan!

        October 29, 2025

        Apa Itu Google Display Network? Baca Lengkapnya Di Sini!

        September 25, 2025

        Ini Dia Cara Daftar TikTok Ads, Strategi Jitu & Tips Sukses

        September 23, 2025

        Apa Itu Web Crawler? Ketahui Fungsi, Cara Kerja & Jenisnya

        December 1, 2025

        Sitemap Index Adalah: Fungsi & Cara Pakai untuk Website

        December 1, 2025

        Hreflang Adalah: Panduan Lengkap SEO Internasional & Implementasi Kode

        December 1, 2025

        Jenis-Jenis Backlink SEO Wajib Tahu dan Kualitasnya

        December 1, 2025

        Pengertian User Experience Adalah dan 5 Tips Menerapkannya Pada Website

        October 9, 2022

        Apa Itu Heatmap Website? Berikut Ini Tipe dan Tools Untuk Mengukur Heatmap Terbaik

        October 7, 2022

        Konversi Lebih Banyak Dengan 6 Tutorial Melakukan CRO Yang Terbukti Paling Ampuh

        October 7, 2022

        A/B Testing Lebih Mudah Dengan Rekomendasi Platform AB Testing (CRO) Terbaik Ini

        October 7, 2022

        Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas,dan Skill Wajib

        February 5, 2026

        Push Vs Pull Marketing: Perbedaan, Strategi, dan Contoh

        February 5, 2026

        Cara Meningkatkan Brand Awareness Bisnis secara Efektif 2026

        February 3, 2026

        CTR Adalah: Fungsi, Rumus, dan Tips Meningkatkannya

        December 23, 2025
      • Creative Marketing
        1. Content Marketing
        2. Copywriting
        3. Social Media
        4. View All

        Konten Visual Adalah: Pengertian, Manfaat & Tips Jitu

        August 31, 2025

        Strategi 3H: Panduan Lengkap Konten Hero, Hub, & Hygiene

        August 31, 2025

        7 Jenis Content Pillar Untuk Strategi Konten yang Efektif!

        August 31, 2025

        10 Jenis Konten Marketing, Jangkau Audiens Lebih Luas!

        July 30, 2025

        9 Teknik Copywriting Jitu untuk Melejitkan Penjualan Anda

        December 24, 2025

        Tips dan Cara Membuat Headline Copywriting Agar Iklan Makin Ciamik!

        November 8, 2022

        YouTube vs TikTok 2026: Mana yang Lebih Cuan & Viral?

        February 3, 2026

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025

        UGC Adalah: Manfaat, Jenis, dan Strategi Jitu bagi Brand

        December 24, 2025

        Push Vs Pull Marketing: Perbedaan, Strategi, dan Contoh

        February 5, 2026

        YouTube vs TikTok 2026: Mana yang Lebih Cuan & Viral?

        February 3, 2026

        Cara Menjadi Content Creator Pemula 2026: Panduan Cuan dari Nol

        December 25, 2025

        EGC Adalah Kunci Tren 2026: Panduan Lengkap & Strateginya

        December 25, 2025
      • Data & Analytics
        1. Google Analytics
        2. Marketing Analytics
        3. View All

        Google Analytics 4: Panduan Lengkap untuk Pemula

        September 28, 2025

        Ingin Tarik Konsumen Lebih Banyak? Yuk Kenalan dengan Google My Business!

        May 2, 2024

        16 Perbedaan Fitur Google Analytics 4 (GA4) Vs Universal Analytics (UA)

        October 26, 2022

        Begini Cara Migrasi Ke GA4 Dari Universal Analytics, Gampang Banget Kok!

        October 24, 2022

        Mengenal Manfaat Market Segment dalam Bisnis

        May 22, 2024

        Mengetahui Apa Itu Customer Data, Tipe dan Cara Mengumpulkannya

        October 14, 2022

        Google Analytics 4: Panduan Lengkap untuk Pemula

        September 28, 2025

        Google Search Console, Tool Untuk Pantau dan Optimasi Website

        September 27, 2025

        Mengenal Manfaat Market Segment dalam Bisnis

        May 22, 2024

        Ingin Tarik Konsumen Lebih Banyak? Yuk Kenalan dengan Google My Business!

        May 2, 2024
      • Marketing Technology
        1. CRM
        2. CDP
        3. Email Marketing
        4. Martech Tools
        5. View All

        Customer Retention Adalah: Strategi & Rumus Terlengkap

        February 3, 2026

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        7 Fitur Utama, Manfaat dan Harga Berlangganan Agile CRM

        August 20, 2023

        4 Fitur Utama dan Paket Harga Nimble CRM, Lengkap!

        August 19, 2023

        Apa itu CDP? Manfaat & Pengertian CDP Adalah Sebagai Berikut

        October 15, 2022

        4 Rekomendasi Cara Mengumpulkan Customer Data Untuk Bisnis Paling Ampuh

        October 9, 2022

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        December 28, 2025

        Mau Tau Cara Kirim Email Terjadwal? Cari Tau Di Sini!

        June 27, 2025

        Panduan Email Blast, Lengkap dan Efektif untuk Bisnis Anda

        April 25, 2025

        10+ Rekomendasi Aplikasi Email Marketing Untuk Bisnis Anda

        March 23, 2025

        Apa Itu CMS: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh

        August 29, 2025

        7 Cara menggunakan Google Trends dan Fungsinya

        May 29, 2024

        Customer Retention Adalah: Strategi & Rumus Terlengkap

        February 3, 2026

        Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

        December 28, 2025

        Aplikasi CRM Terbaik 2026: Fitur, Harga & Tips Pilih

        December 28, 2025

        Apa Itu CMS: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh

        August 29, 2025
      The Daily MartechThe Daily Martech
      Home » Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi
      Email Marketing

      Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi

      By Rizki RaharjoDecember 28, 2025No Comments7 Mins Read
      Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
      Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi
      Strategi Email Remarketing Campaign untuk Meningkatkan Konversi
      Share
      Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

      Dalam lanskap pemasaran digital yang semakin kompetitif, mendapatkan pengunjung baru ke situs web adalah tantangan besar, namun mempertahankan mereka jauh lebih krusial. Banyak calon pembeli meninggalkan keranjang belanja tanpa menyelesaikan transaksi karena berbagai distraksi. Di sinilah email remarketing campaign menjadi instrumen penyelamat untuk memulihkan potensi pendapatan yang hilang. 

      Strategi ini memanfaatkan basis data pelanggan yang telah Anda miliki untuk membangun komunikasi kembali dengan audiens yang sudah menunjukkan minat pada produk Anda. Dengan mengandalkan otomatisasi pemasaran dan pesan yang sangat relevan, Anda dapat menuntun konsumen kembali ke dalam funnel penjualan. Melalui artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana integrasi antara analitik web dan komunikasi personal dapat menciptakan siklus pemasaran yang efisien. Memahami cara kerja retensi pelanggan melalui email bukan hanya soal mengirim pesan, melainkan tentang mengirimkan solusi yang tepat pada waktu yang paling sesuai untuk meningkatkan ROI pemasaran Anda secara signifikan melalui optimasi konversi yang berkelanjutan.

      Baca Juga: Ketahui 8 Strategi Email Marketing Untuk Menarik Pelanggan

      Definisi & Perbedaan Fundamental

      Email remarketing adalah teknik pemasaran digital yang secara spesifik menargetkan kembali individu yang sebelumnya telah berinteraksi dengan merek atau situs web Anda. Tujuannya adalah untuk memicu ingatan audiens agar mereka kembali menyelesaikan tindakan tertentu, seperti pembelian yang tertunda atau pendaftaran layanan. Strategi ini sangat bergantung pada data pihak pertama (first-party data) yang dikumpulkan secara etis, sehingga tingkat relevansinya jauh lebih tinggi dibandingkan kampanye iklan tradisional.

      Seringkali, istilah ini tertukar dengan retargeting. Perbedaan fundamentalnya terletak pada medianya. Retargeting berfokus pada penggunaan cookies untuk menampilkan iklan berbayar (Ads) di platform pihak ketiga saat pengguna menjelajahi internet. Sementara itu, remarketing biasanya berbasis data internal seperti alamat email untuk menjangkau kembali pelanggan dengan pesan yang lebih personal melalui inbox mereka. Memahami perbedaan ini membantu pemasar menentukan kapan harus menggunakan iklan tampilan dan kapan harus menggunakan pemasaran email langsung untuk memaksimalkan siklus hidup pelanggan.

      Integrasi Channel Remarketing

      Strategi email remarketing campaign tidak boleh berdiri sendiri dalam ruang hampa. Pendekatan multichannel marketing akan meningkatkan efektivitas kampanye secara eksponensial. Ketika audiens melihat pesan Anda di berbagai platform, kepercayaan mereka terhadap merek akan meningkat. Anda dapat memadukan email dengan Search Remarketing (iklan di mesin pencari) untuk menangkap audiens yang kembali mencari kata kunci terkait produk Anda setelah menerima email pengingat.

      Selain itu, penggunaan Display Ads di jaringan website partner dan Social Media Remarketing pada platform seperti Instagram akan menciptakan kehadiran merek yang konsisten. Dengan menggabungkan identitas merek yang seragam di seluruh saluran, Anda memastikan bahwa audiens selalu teringat akan produk yang mereka minati. Sinergi antara pemasaran media sosial dan email memungkinkan Anda untuk menjangkau audiens secara holistik, sehingga meningkatkan probabilitas terjadinya transaksi e-commerce yang sukses dan memperkuat loyalitas audiens terhadap brand Anda dalam jangka panjang.

      Strategi Eksekusi Email Remarketing

      Untuk menjalankan kampanye yang menghasilkan konversi tinggi, Anda perlu mengikuti langkah-langkah taktis berikut ini:

      • Segmentasi Database yang Mendalam

      Jangan mengirimkan email massal yang sama ke semua orang. Kelompokkan audiens berdasarkan perilaku pengguna, seperti lokasi geografis, riwayat pembelian terakhir, atau kategori produk yang paling sering mereka kunjungi. Segmentasi pelanggan memastikan pesan Anda relevan dan mengurangi risiko email dianggap sebagai gangguan.

      • Personalisasi Konten Secara Dinamis

      Tingkatkan open rate dengan menyertakan nama penerima di subjek email. Namun, personalisasi sejati mencakup rekomendasi produk yang relevan dengan aktivitas terakhir mereka di website. Gunakan tag dinamis untuk menampilkan barang yang tertinggal di keranjang belanja guna memberikan pengalaman personal yang mendorong tindakan.

      • Desain Minimalis dan Fokus

      Gunakan tata letak email yang bersih agar perhatian audiens tidak terpecah. Pastikan hierarki visual mengarahkan pembaca langsung ke pesan utama. Desain yang mobile-friendly sangat krusial karena mayoritas audiens akan membuka email melalui perangkat seluler mereka.

      • CTA (Call to Action) yang Stand Out

      Gunakan tombol CTA dengan warna yang kontras dari latar belakang email. Gunakan kalimat perintah yang kuat dan menciptakan urgensi, seperti “Ambil Diskon Anda Sekarang” atau “Selesaikan Pesanan Saya”. Pastikan link tujuan langsung mengarah ke halaman yang relevan untuk meminimalkan hambatan konversi.

      • Penulisan Copywriting yang Persuasif

      Buatlah pesan yang solutif. Alih-alih hanya “menjual”, posisikan email sebagai pengingat yang membantu. Misalnya, tawarkan bantuan jika mereka mengalami kendala teknis saat checkout, atau berikan testimoni pelanggan lain untuk meningkatkan kepercayaan (social proof).

      Baca Juga: 4 Jenis dan Tips Implementasi Email Marketing Strategy

      Optimalisasi Teknis

      Untuk mencapai hasil maksimal, Anda harus menerapkan A/B Testing secara rutin. Ujilah dua versi email yang berbeda, misalnya dengan mengubah judul email atau posisi gambar, untuk melihat format mana yang paling banyak menghasilkan klik. Proses ini harus dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan data statistik nyata guna memahami preferensi unik dari target pasar Anda dan meningkatkan engagement rate.

      Aspek teknis lainnya adalah Frequency Capping atau pembatasan frekuensi pengiriman. Jika audiens menerima terlalu banyak email dalam waktu singkat, mereka akan segera menekan tombol unsubscribe atau menandai pesan sebagai spam. Terakhir, manfaatkan Automasi Email. Gunakan perangkat lunak untuk mengirimkan pesan otomatis berdasarkan pemicu (trigger) tertentu, seperti pemicu abandoned cart. Automasi memastikan komunikasi tetap berjalan secara konsisten tanpa intervensi manual, menjaga alur kerja pemasaran tetap efisien dan terukur setiap saat.

      Baca Juga: 10+ Rekomendasi Aplikasi Email Marketing Untuk Bisnis Anda

      Memahami Psikologi Konsumen dalam Remarketing

      Pemasaran kembali yang efektif menyentuh sisi psikologis manusia, terutama konsep kelangkaan (scarcity). Saat Anda mengirimkan email yang memberikan nilai tambah, seperti kode promo khusus, audiens cenderung merasa ingin segera memanfaatkannya. Selain itu, menyertakan elemen stok menipis akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat karena rasa takut kehilangan penawaran menarik tersebut.

      Gunakan bahasa yang empatik dan membantu. Email yang bersifat “mengingatkan” seringkali lebih diterima daripada email yang “menuntut”. Dengan memahami perjalanan pembeli (buyer’s journey), Anda bisa menyesuaikan nada bicara dalam email remarketing agar selaras dengan posisi mereka dalam corong pemasaran. Pendekatan yang berorientasi pada solusi ini akan memperkuat ekuitas merek dan membangun hubungan jangka panjang yang lebih solid daripada sekadar transaksi satu kali, sekaligus menurunkan biaya perolehan pelanggan (CAC).

      Analisis Metrik dan Pelaporan

      Anda tidak bisa mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur. Dalam email remarketing campaign, metrik utama yang harus dipantau bukan hanya angka buka email, tetapi juga click-through rate (CTR) dan tingkat konversi akhir. Analisis metrik ini memungkinkan Anda melihat sejauh mana konten email berhasil mendorong audiens kembali ke situs web. Gunakan parameter UTM pada setiap link untuk melacak sumber lalu lintas di perangkat analitik Anda secara akurat.

      Selain metrik dasar, perhatikan juga pendapatan per email yang dihasilkan. Ini membantu Anda mengevaluasi nilai ekonomi dari setiap segmen audiens. Jika segmen tertentu memiliki konversi rendah, mungkin saatnya mengubah strategi penawaran atau menyesuaikan waktu pengiriman agar lebih efektif. Pelaporan yang detail memberikan wawasan mendalam tentang tren perilaku konsumen, yang nantinya dapat digunakan untuk menyempurnakan strategi pemasaran di saluran lain, menciptakan ekosistem pemasaran berbasis data yang efisien.

      Strategi Penulisan Subjek yang Menarik

      Subjek email adalah gerbang pertama menuju konversi. Tanpa subjek yang menarik, isi email sehebat apa pun tidak akan pernah dibaca. Gunakan teknik copywriting yang menggugah rasa ingin tahu atau langsung menawarkan keuntungan nyata. Penggunaan emoji juga dapat membantu email Anda menonjol di kotak masuk, namun gunakan secara bijak agar tetap terlihat profesional dan tidak mengganggu estetika komunikasi bisnis.

      Pastikan juga subjek email Anda selaras dengan teks pratinjau (preview text) yang muncul di bawah judul. Sinergi antara judul dan pratinjau harus mampu menceritakan sebuah pesan singkat yang cukup kuat untuk membuat penerima merasa perlu membuka email tersebut. Eksperimen berkelanjutan pada elemen-elemen kecil ini adalah kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan audiens tetap tinggi dan memastikan pesan Anda tidak tenggelam di antara ribuan email promosi lainnya setiap hari.

      Kesimpulan

      Strategi email remarketing campaign adalah cara paling efisien untuk menjangkau kembali calon pembeli dan meningkatkan angka konversi bisnis secara signifikan. Dengan menerapkan poin-poin strategi eksekusi mulai dari segmentasi hingga CTA yang kuat, Anda dapat mengubah minat awal menjadi transaksi nyata. Kunci utamanya terletak pada pengujian berkelanjutan dan penggunaan automasi pemasaran untuk menjaga komunikasi tetap personal dan relevan di mata audiens tanpa melanggar batas privasi mereka.

      Pantau terus The Daily Martech ya untuk info terbaru tentang taktik email marketing yang bisa membantu strategi marketing Anda!

      Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
      Rizki Raharjo

        Related Posts

        Mau Tau Cara Kirim Email Terjadwal? Cari Tau Di Sini!

        June 27, 2025

        Panduan Email Blast, Lengkap dan Efektif untuk Bisnis Anda

        April 25, 2025

        10+ Rekomendasi Aplikasi Email Marketing Untuk Bisnis Anda

        March 23, 2025

        Ketahui 8 Strategi Email Marketing Untuk Menarik Pelanggan

        March 22, 2025

        4 Jenis dan Tips Implementasi Email Marketing Strategy

        August 27, 2023

        6 Jenis dan Tips Menggunakan Mobile Friendly Emails

        August 27, 2023
        Add A Comment

        Comments are closed.

        Don't Miss

        Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas,dan Skill Wajib

        By Rizki RaharjoFebruary 5, 2026

        Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas dan Skill Wajib Memasuki tahun 2026, lanskap pemasaran telah…

        Definisi & Contoh Pull Marketing: Strategi Tarik Konsumen

        February 5, 2026

        Contoh Push Marketing Efektif untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

        February 5, 2026

        Push Vs Pull Marketing: Perbedaan, Strategi, dan Contoh

        February 5, 2026
        Stay In Touch
        • Facebook
        • Twitter
        • Pinterest
        • Instagram
        • YouTube
        • Vimeo
        Our Picks

        Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas,dan Skill Wajib

        February 5, 2026

        Definisi & Contoh Pull Marketing: Strategi Tarik Konsumen

        February 5, 2026

        Contoh Push Marketing Efektif untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

        February 5, 2026

        Push Vs Pull Marketing: Perbedaan, Strategi, dan Contoh

        February 5, 2026

        Subscribe to Updates

        Get the latest news from The Daily Martech about digital marketing & marketing technology.

          jasa digital marketing
          About Us

          The Daily Martech adalah media digital yang akan berbagi informasi, opini, berita, tips & trick, tutorial, dan hal menarik lainnya terkait digital marketing dan marketing technology.

          Jangan lupa subscribe ke newsletter kami agar tidak ketinggalan update artikel terbaru yang bermanfaat dan menarik dari The Daily Martech.

          Our Picks

          Job Desk Digital Marketing 2026: Tugas,dan Skill Wajib

          February 5, 2026

          Definisi & Contoh Pull Marketing: Strategi Tarik Konsumen

          February 5, 2026

          Contoh Push Marketing Efektif untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

          February 5, 2026
          New Comments
            The Daily Martech
            Facebook Twitter Instagram YouTube LinkedIn
            • Digital Marketing
            • Marketing Technology
            • Creative Marketing
            • Data & Analytics
            • Ecommerce
            • Get In Touch
            • Sitemap
            © 2026 The Daily Martech. Designed by Rizki Dewantoro Raharjo.

            Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.