Dalam dunia e-commerce, posisi produk di hasil pencarian menentukan seberapa besar peluang produk Anda diklik dan dibeli. Di Shopee, hal ini dikendalikan oleh sistem SEO Shopee di mana algoritma yang menilai relevansi produk terhadap kata kunci pencarian. Jika dilakukan dengan benar, optimasi SEO Shopee bisa membuat produk Anda tampil di halaman pertama tanpa harus terus-terusan bayar iklan.
Namun, banyak seller masih asal dalam menulis judul, deskripsi, atau bahkan menentukan kategori. Padahal, semua itu adalah bagian penting dari strategi SEO Shopee yang efektif. Artikel The Daily Martech ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara melakukan riset kata kunci, mengoptimasi konten on-platform, hingga membangun kredibilitas toko yang disukai algoritma Shopee. Mari bahas langkah-langkahnya satu per satu.
Baca Juga: SEO Marketplace Adalah: Pengertian & Cara Menerapkannya
Fondasi SEO Shopee: Riset Kata Kunci
Langkah pertama dalam strategi SEO Shopee adalah menemukan keyword yang tepat. Tanpa riset kata kunci, Anda seperti menjual barang di pasar yang salah, produk Anda mungkin bagus, tapi tidak ada yang tahu keberadaannya.
Riset kata kunci berfungsi untuk memahami search intent pembeli: apa yang mereka ketik, produk seperti apa yang mereka cari, dan bagaimana pola pencarian mereka berubah setiap waktu. Berikut langkah-langkahnya:
1. Tools Internal: Shopee Related Search & Seller Center
Shopee sudah menyediakan dua sumber data internal paling berguna. Pertama, gunakan Shopee Related Search yaitu fitur otomatis yang muncul saat Anda mengetik sesuatu di kolom pencarian. Misalnya, ketika mengetik “sepatu wanita”, Shopee menampilkan saran seperti sepatu wanita flat, sepatu wanita kekinian, atau sepatu wanita casual. Kata-kata ini adalah hasil dari volume pencarian tinggi.
Kedua, manfaatkan Shopee Seller Center di bagian Iklan Shopee. Di sana, Anda bisa melihat impression, click-through rate (CTR), dan kata kunci dengan performa terbaik. Gunakan data tersebut untuk memutuskan mana keyword yang harus dimasukkan ke dalam judul atau deskripsi produk.
2. Tools Eksternal: Google Keyword Planner dan Ahrefs/Ubersuggest
Jangan batasi riset hanya di Shopee. Gunakan Google Keyword Planner untuk memahami bagaimana orang mencari produk serupa di Google. Misalnya, jika banyak orang mencari “tas ransel pria waterproof” di Google, kemungkinan besar keyword itu juga punya potensi tinggi di Shopee.
Sementara itu, tools seperti Ahrefs atau Ubersuggest bisa membantu menemukan long tail keyword dan keyword difficulty, informasi penting agar Anda tahu seberapa ketat persaingan di antara seller lain.
3. Analisis Kompetitor
Lihat bagaimana toko-toko besar menulis judul dan deskripsi mereka. Gunakan keyword overlap analysis untuk menemukan pola: kata apa yang sering muncul, mana yang jarang digunakan, dan bagaimana mereka menyusunnya.
Namun, hindari meniru 100%. Duplicate content tidak hanya menurunkan kredibilitas, tetapi juga bisa membuat algoritma Shopee menganggap toko Anda sebagai spam.
Baca Juga: Keyword Research Adalah Kunci SEO: Ketahui Intent & Toolsnya
Optimasi Konten On-Platform di Shopee
Setelah menemukan kata kunci yang potensial, langkah selanjutnya adalah menerapkannya secara efektif di dalam listing produk Anda.
Algoritma Shopee menilai beberapa elemen penting: judul, deskripsi, atribut, hingga gambar. Semakin lengkap dan relevan elemen-elemen ini, semakin besar peluang produk Anda tampil di hasil pencarian teratas.
1. Judul Produk Taktis
Judul produk adalah komponen paling krusial dalam SEO Shopee. Gunakan kombinasi antara main keyword dan long tail keyword.
Contoh: “Sepatu Sneakers Pria Putih Casual – Ringan & Nyaman Dipakai Sehari-hari”.
Judul ini sudah memuat kata kunci utama (“sepatu sneakers pria putih”) serta long tail keyword (“casual”, “ringan & nyaman”). Hindari penggunaan simbol atau emoji berlebihan karena bisa menurunkan CTR.
2. Deskripsi Produk yang Kaya Informasi
Deskripsi harus menjawab pertanyaan pembeli: apa keunggulannya, bagaimana cara pakainya, dan kenapa harus memilih produk Anda. Gunakan LSI Keyword (kata kunci terkait) seperti “sepatu anti slip”, “sol empuk”, atau “tahan air”. Anda juga bisa menambahkan People Also Ask (pertanyaan populer) seperti “apakah sepatu ini bisa dicuci?” agar deskripsi lebih relevan dan bernilai SEO tinggi.
Tulislah deskripsi minimal 200 huruf dan jangan menumpuk kata kunci secara berlebihan. Shopee menilai kealamian teks sebagai indikator kepercayaan.
3. Optimasi Toko
Nama toko adalah identitas utama Anda. Gunakan nama yang singkat, unik, dan mengandung kata kunci lokasi seperti Toko Fashion Bandung atau Aksesoris Motor Jakarta. Lengkapi juga deskripsi toko dengan informasi operasional, garansi, pengiriman, dan promo aktif. Deskripsi toko yang informatif meningkatkan kepercayaan dan konversi pembelian.
4. Visual & Atribut Produk
Gunakan foto dengan resolusi tinggi, pencahayaan baik, dan sudut pengambilan bervariasi. Tambahkan ALT Text pada gambar yang mengandung kata kunci agar terindeks juga di Google Image Search. Lengkapi semua atribut (warna, ukuran, bahan, dan varian). Shopee sering memprioritaskan produk yang memiliki data lengkap dalam hasil pencarian.
5. Kategori Produk yang Tepat
Jangan asal menempatkan produk di kategori populer. Pastikan kategori sesuai dengan hasil riset keyword traffic. Misalnya, jika Anda menjual tas kamera kecil, jangan masukkan ke kategori “Tas Selempang Pria” hanya karena ramai. Kategori yang tidak sesuai justru menurunkan relevansi dan ranking.
Kredibilitas & Ranking Atas di Shopee
Selain on-page optimization, Shopee juga memperhitungkan reputasi dan kepercayaan toko dalam menentukan peringkat. Ini bagian yang sering diabaikan seller.
1. Kredibilitas Toko
Toko dengan rating tinggi (4,8–5,0), banyak ulasan positif, dan status seperti Star Seller atau Shopee Mall otomatis mendapatkan prioritas lebih tinggi di hasil pencarian. Jaga komunikasi cepat, kirim produk tepat waktu, dan tanggapi ulasan pelanggan dengan sopan agar reputasi toko meningkat.
2. Peningkatan Traffic
Shopee menyukai toko yang ramai dikunjungi. Salah satu trik yang efektif adalah membawa external traffic dari media sosial. Bagikan tautan produk di Instagram, TikTok, Facebook, atau blog pribadi Anda. Dengan cara ini, Anda tidak hanya mendapatkan traffic tambahan, tetapi juga memperkuat ranking authority di mata algoritma Shopee.
3. Perilaku Anti-Spam
Hindari mengunggah produk yang sama berkali-kali hanya untuk memperbanyak listing. Shopee bisa mendeteksi ini sebagai spam behaviour dan menurunkan visibilitas toko Anda. Fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas.
4. Update Konten Berkala
Tren pencarian bisa berubah cepat. Lakukan audit keyword dan perbarui deskripsi setiap 2–3 bulan sekali. Algoritma Shopee lebih menyukai toko aktif yang terus memperbarui produknya dibanding toko yang pasif.
Saran bagi Pemula
Untuk Anda yang baru mulai berjualan di Shopee, fokus utama sebaiknya bukan pada banyaknya produk, tetapi pada strategi SEO Shopee yang terarah. Salah satu kunci awal kesuksesan adalah memilih long tail keyword dengan tingkat kompetisi rendah namun tetap relevan dengan produk Anda. Misalnya, alih-alih menggunakan kata umum seperti “sepatu wanita”, gunakan variasi yang lebih spesifik seperti “sepatu wanita flat hitam casual” atau “sepatu wanita kerja anti selip”. Kata kunci seperti ini mungkin memiliki volume pencarian yang lebih kecil, tetapi peluang untuk tampil di halaman pertama jauh lebih tinggi.
Selain itu, jangan terburu-buru menargetkan kata kunci populer yang didominasi oleh toko besar atau Shopee Mall. Bangun dulu niche market Anda. Pahami siapa target pembeli ideal: apakah mereka mencari harga terjangkau, kualitas premium, atau desain unik. Gunakan informasi ini untuk menulis judul dan deskripsi produk yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka.
Langkah penting lainnya adalah menjaga konsistensi aktivitas toko. Perbarui produk secara rutin, unggah konten baru, dan manfaatkan fitur seperti Shopee Live, Voucher Toko, dan Diskon Spesial untuk menarik pengunjung. Shopee memberi prioritas lebih tinggi pada toko yang aktif dan responsif.
Terakhir, jangan lupakan analisis performa. Gunakan Shopee Analytics untuk memantau kata kunci yang menghasilkan klik dan konversi tertinggi. Dengan mengamati data ini, Anda bisa memperbaiki strategi secara berkelanjutan dan perlahan-lahan membangun kredibilitas toko yang kuat di mata algoritma Shopee maupun pembeli.
Baca Juga: Optimasi Iklan Shopee: 7 Langkah & Strategi Sukses Ngiklan!
Meningkatkan ranking produk di Shopee bukan soal keberuntungan, tapi strategi. Mulailah dari riset kata kunci yang tepat, optimasi setiap elemen konten, dan bangun kredibilitas toko secara konsisten. Dengan kombinasi riset yang matang, keyword placement alami, dan performa toko yang baik, algoritma Shopee akan memberi Anda hadiah terbaik: posisi teratas di hasil pencarian, dan tentu saja penjualan yang meningkat.
Pantau terus The Daily Martech ya untuk info terbaru tentang SEO marketplace yang bisa membantu strategi marketing Anda!
